Sunyaragi (KEMENAG)
Di tengah padatnya agenda keagamaan bulan Februari, masyarakat Kota Cirebon diharapkan tetap merasakan suasana yang aman, rukun, dan penuh saling menghormati. Untuk memastikan hal tersebut, penyuluh lintas agama dari Kementerian Agama Kota Cirebon memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan layanan yang disiapkan pada briefing pagi yang digelar Rabu, (18/02/2026).
Kepala Seksi Bimas Islam, Yuto Nasikin mengatakan, Bulan Februari tahun ini diwarnai beragam perayaan dan ibadah keagamaan seperti Imlek, Cap Go Meh, puasa pra-Paskah, hingga persiapan Ramadan. Situasi ini menjadi perhatian bersama agar setiap umat dapat menjalankan keyakinannya dengan nyaman, sekaligus menjaga harmoni di tengah kemajemukan Kota Cirebon.
Ia menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan layanan, kepekaan sosial, serta kehadiran aktif penyuluh dalam berbagai forum umat.
“Penyuluh akan hadir secara preventif. Tidak hanya memberikan pembinaan, tetapi juga membangun dialog lintas komunitas serta menjadi penghubung informasi yang menenangkan ketika muncul isu-isu sensitif,” ujarnya.
Dalam briefing tersebut, kembali ditegaskan penguatan nilai moderasi beragama, meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penghargaan terhadap tradisi lokal. Nilai-nilai ini diharapkan terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai fondasi menjaga persaudaraan lintas iman.
Kementerian Agama Kota Cirebon menjadikan langkah koordinatif ini untuk mengawal salah satu Asta Protas, yakni moderasi beragama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelayanan yang adil, komunikasi yang inklusif, serta pembinaan yang memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.
Kontributor : Catur Widyaningsih / Riani K