Jemaah Haji Kota Cirebon Mabit di Muzdalifah, Ini Amalan yang Dilakukan

SHARE

Sunyaragi (HUMAS Kota Cirebon) 

Jemaah haji Kota Cirebon telah menjalani wukuf di Arafah, dan melanjutkannya dengan mabit di Muzdalifah Sabtu malam waktu Arab Saudi (15/6/2024) atau Ahad pagi waktu Indonesia barat (16/6/2024). Ketua Kloter 15 KJT H. Abdul Wasi mengatakan bahwa mabit merupakan kata dari Bahasa Arab yang berarti bermalam. 

"Mabit adalah bermalam. Jadi pada saat ini kami bermalam di Muzdalifah setelah menyelesaikan ibadah wukuf Arafah," ucapnya. 

Ketika mabit, jemaah haji berkesempatan untuk beristirahat dan memulihkan tenaga, namun dianjurkan untuk melakukan sejumlah amalan. Amalan dimaksud, seperti membaca talbiyah, zikir, salat jamak Magrib dan Isya, serta mengumpulkan batu-batu kecil untuk persiapan melontar jamrah. H. Wasi mengatakan seluruh jemaah haji Kota Cirebon yang berada dalam kondisi sehat mengikuti mabit di Muzdalifah, sementara jemaah lansia dan memiliki penyakit risiko tinggi (risti) diperkenankan untuk melakukan murur. 

"Murur adalah mabit dengan cara melintas atau berhenti sejenak, khusus bagi jemaah haji lansia dan risti. Mereka tetap melaksanakan niat mabit di dalam bis, untuk selanjutnya lebih dulu melakukan perjalanan ke tujuan selanjutnya. Ada 120 jemaah haji Kloter 15 KJT yang ikut murur," ucapnya. 

Murur dilakukan untuk mengurasi risiko kesehatan dan keselamatan bagi jemaah haji lansia dan risti. Hal ini diperbolehkan secara syariat. 

Kontributor : Haji Arif Arofah