Nov 29

HADAPI UNBK, KEMENAG KOTA CIREBON GELAR RAPAT AKBAR

IMG-20171123-WA0032Jl. Terusan Pemuda By Pass (INMAS Kota Cirebon)

Ujian nasional Berbasis Komputer (UNBK) di depan mata, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon Drs. H. Ahmad Sanukri, SH., MM. mengecek kesiapan madrasah-madrasah di lingkungan Kota Cirebon. Sejumlah kepala madrasah aliyah dan madrasah tsanawiyah, serta proktor dan teknisi berkumpul di aula MAN 2 Kota Cirebon pada Kamis (23/11) dalam rapat akbar Kepala Kankemenag Kota Cirebon.

Kepala Kantor hadir didampingi Kepala Pendidikan Madrasah Drs. H. Khaeron, M.Ag. Beliau menyampaikan visinya agar semua madrasah, baik negeri maupun swasta, di Kota Cirebon dapat mengikuti UNBK.

“UNBK adalah hak bagi siswa, baik siswa negeri maupun swasta. Oleh itu perlu kita pikirkan strategi agar madrasah-madrasah yang sudah mampu melaksanakan UNBK dapat pula memfasilitasi madrasah-madrasah yang belum mampu melaksanakan UNBK secara mandiri.”

Kepala Kantor pun menanyakan sejauh mana kesanggupan madrasah-madrasah menyelenggarakan UNBK dari sudut pandang kepala madrasah, sekaligus proktor dan teknisi.

Diketahui bahwa sejumlah madrasah belum siap menyelenggarakan UNBK karena persoalan sarana yang belum memadai. Di samping para siswa masih tergolong asing dengan penerapan ujian nasional berbasis komputer. Dikhawatirkan konsentrasi siswa dihabiskan untuk mengetahui cara menguasai peralatan yang digunakan dalam UNBK.

Kepala Kantor menyikapi hal tersebut dengan dukungan moral, agar madrasah siap bekerja keras untuk meraih kinerja yang lebih baik dengan menjawab tantangan zaman.

“Salah satunya tanggung jawab madrasah adalam menjaga mutu pendidikan sesuai dengan delapan standar nasional pendidikan, termasuk di dalamnya hal terkait UNBK. Dengan menerapkan kedelapan standar nasional pendidikan, maka masyarakat akan semakin percaya pada kualitas pendidikan yang diselenggarakan di madrasah.”

Delapan standar nasional pendidikan dimaksud, yakni : Standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan (SKL), standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Kontributor : Haji Arif Arofah

Nov 29

GAJI ASN HARUS BERBANDING LURUS DENGAN KINERJA

IMG-20171124-WA0020Jl. Terusan Pemuda By Pass (INMAS Kota Cirebon)

 Para pejabat dan ratusan karyawan/karyawati Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon berkumpul di aula lantai 2 Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon pada Jumat (24/11). Pasalnya Inspektur Wilayah I Inspektorat Jenderal kementerian Agama RI, Dr. H. Kusoy Fadilah hadir di tengah-tengah mereka untuk memberikan sepatah dua patah kata pembinaan.

Dalam pemaparannya, Inspektur Wilayah I menyampaikan bahwa visi inspektorat di tengah-tengah aparatur sipil negara (ASN) adalah menjadi penegak integritas dan akuntabilitas. Inspektorat memiliki tanggung jawab untuk mendorong agar satuan kerja atau ASN dapat meningkatkan integritas sekaligus akuntabilitasnya dalam bekerja.

“Sebagai inspektur, saya menginginkan tidak ada temuan dalam pemeriksaan kami, karena itu tandanya kinerja ASN sudah sangat baik. Kalaupun ada temuan, maka hal tersebut harus dijadikan introspeksi sekaligus retrospeksi agar tidak terulang kembali, tetapi justru menjadi lecutan untuk berubah lebih baik ke depannya.”

Inspektur Wilayah I juga menyoroti fenomena munculnya ojek online yang seringkali dimanfaatkan oleh para pekerja kantoran untuk mencari tambahan rejeki, termasuk para aparatur sipil negara.

“Sebenarnya,” lanjut beliau, “kalau kita fokus  bekerja pada tugas kita sebagai ASN, gaji dan tukin kita akan berkah. Apalagi pendapatan gaji dan tukin yang diterima harus berbanding lurus dengan kinerja kita. Jangan sampai timpang, di mana gaji dan tukin jauh lebih besar dari pada kinerja yang dilaksanakan. Oleh karena itu, laporan kinerja harian harus selalu dikerjakan agar beban kerja dan tugas yang dilaksanakan dapat terukur dengan jelas.”

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon Drs. H. Ahmad Sanukri, SH., MM. mengungkapkan rasa terima kasih atas pencerahan yang disampaikan hari ini.

“Kota cirebon sedang melangkah menuju zona integritas. Melalui pembinaan ini, wawasan dan pengetahuan berharga dapat diperoleh demi mencapai tujuan mulia itu.

Sebagai penutup acara, Kepala Kantor beserta jajaran pejabat Kantor kementerian Agama Kota Cirebon dan para pengawas berfoto bersama inspektur Wilayah I.

Kontributor : Haji Arif Arofah

Nov 29

PEMIMPIN HARUS PENGARUHI ORANG LAIN

P_20171127_100014-compressJl. Terusan Pemuda By Pass (INMAS Kota Cirebon)

Setiap orang adalah pemimpin, minimal untuk dirinya sendiri. Namun seorang dapat dikatakan pemimpin jika memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon Drs. H. Ahmad Sanukri, SH., MM. saat membuka dan mengisi acara Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa MA se-Kota Cirebon (27/11).

“Pemimpin yang baik harus dapat mempengaruhi dengan niat dan tujuan yang baik,” ujar Kepala Kantor. “Tentunya juga harus memiliki metode atau cara-cara kepemimpinan yang baik.”

Metode yang dimaksud misalnya memimpin dengan cara simpatik melalui seruan, dukungan, dan arahan, serta menghindari ancaman-ancaman agar perintahnya diikuti.

“Pemimpin ditempa melalui pengalaman-pengalaman. Dari pengalaman dipelajari berbagai pemahaman tentang cara menggerakkan suatu organisasi dan mengerakkan manusia.”

Acara dimaksud diadakan oleh MAN 2 Kota Cirebon dengan mengundang 55 siswa dari berbagai kepengurusan ekstrakurikuler dari sejumlah madrasah aliyah Kota Cirebon.

Selaku penanggung jawab acara, Kepala MAN 2 Drs. H. Kumaedi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa dari berbagai organisasi ekstrakurikuler prinsip-prinsip dasar memimpin, termasuk di dalamnya bagaimana cara mengelola organisasi, cara berbicara, cara memimpin rapat, cara berdebat, dan seterusnya.

“Kami berharap bisa mencetak pemimpin-pemimpin yang dapat menjadi suksesor lebih baik dari kami,” ujar kepala madrasah.

Kontributor : Haji Arif Arofah

Nov 29

KHOTIB DAN DA’I JANGAN PERKERUH INFORMASI

IMG_5192-compressJl. Terusan Pemuda By Pass (INMAS Kota Cirebon)

Menjadi khotib dan da’i jaman now gampang-gampang susah. Akses informasi yang pesat membuat umat tidak melulu bicara

persoalan agama berbasis literatur klasik, tapi juga persoalan kemasyarakatan yang viral di dunia maya. Khotib dan da’i mesti pintar-pintar menelaahnya. Jika salah, khotib dan da’i berpotensi menyesatkan umat dengan turut menyebarkan informasi tidak benar.

Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon Drs. H. Ahmad Sanukri, SH., MM. mengatakan bahwa di tengah kemajuan teknologi yang pesat, sebagian umat justru mengalami kegamangan informasi.

Sebagaimana diketahui, dewasa ini marak berita hoax yang menyaru isu agama Hal ini terjadi kadangkala bukan karena berita yang beredar berisi fakta yang benar-benar terjadi melainkan hanya berita berjenis click-bait, yang murni bisnis semata. Semakin heboh beritanya, semakin banyak yang tertarik membuka tautan beritanya. Lalu secara otomatis view berita tersebut semakin gendut, hingga iklan pun berdatangan. Laris manislah bisnis berita itu.

“Oleh karena itu khotib dan da’i harus hadir di tengah-tengah umat untuk memberi kesejukan,” ujar Kepala Kantor dalam acara Pelatihan Kader Khotib dan Da’i Abad 21 di At-Taqwa Centre, Kota Cirebon (25/11).

“Dakwah itu muhimmatur rosul, tugas utama Rasulullah SAW, untuk memberi pencerahan pada umat. Khotib dan da’i bertugas meneruskannya,” sambungnya. “Adapun keutamaan dari tugas khotib dan da’i adalah mengajak umat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.”

Sementara itu Ketua DKM Raya Attaqwa H. Ahmad Yani, M.Ag. mengatakan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 88 calon khotib dan da’i untuk menambah jumlah para penyebar syiar Islam yang berkualitas di Kota Cirebon.

Kontributor : Haji Arif Arofah

Post sebelumnya «